Dhafiq Sagara adalah orang bodoh yang tidak bisa apa-apa, tapi dia selalu berusaha untuk terus menjadi yang lebih baik. Rasa keingin-tahuannya sangat tinggi, selalu berusaha dan terus berusaha, trial dan error adalah prinsip belajarnya.

Tampilkan postingan dengan label Trik Hidup Aman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trik Hidup Aman. Tampilkan semua postingan

4 Des 2010

Dampak Negatif Dari Begadang

Setelah saya jelaskan bahwa begadang dapat menurunkan sistem imun dalam tubuh, ternyata masih banyak dampak negatif dari begadang. Sebenarnya kualitas hidup adalah seberapa baik kualitas tidur anda. Sebenarnya yang perlu diperhatikan bukanlah seberapa lama tidur anda, akan tetapi seberapa baik kualitas tidur anda.

Nah yang jadi pertanyaan, kualitas tidur yang baik itu seperti apa?? kualitas tidur yang baik adalah 7-9 jam/hari. Nah jika tidur anda kurang dari kadar tersebut, banyak efek samping yang akan ditimbulkan. Apa aja sih dampak dari begadang (kurang tidur):


  1. Jadi Tulalit atau Kurang Konsentrasi
    Menurut Sean Drummond PhD, peneliti masalah tidur dari University of California, San Diego, orang yang sedang capek biasanya lebih mudah mengambil risiko dengan harapan mendapat hasil maksimal. Padahal, hal itu justru sering membuat rencana berantakan.

    Dalam kasus yang biasa terjadi pada mahasiswa misalkan. Harus begadang menyiapkan bahan untuk presentasi besok jam 7 pagi. Setalah bahan presentasi diselesaikan, pada saat presentasi, semua ide pikiran lupa untuk dituangkan. Itu dikarenakan otak kita udah lelah dan tidak mampu untuk berpikir lagi. Sehingga menyebabkan konsentrasi menurun.
  2. Mudah Lapar
    Penelitian menunjukkan, kurang tidur bisa mengganggu kadar gula darah dan menyebabkan tubuh memproduksi sedikit leptin, hormon pengendali nafsu makan, dan menghasilkan lebih banyak ghrelin (kebalikan dari leptin). Karena faktor perubahan biologis ini, tak heran jika Anda masih merasa lapar meski baru saja makan yang banyak.

    Orang yang sedang dalam kelelahan, biasanya lebih suka mengkonsumsi gula dan karbohidrat sederhana. Akibatnya, tubuh selalu menagih karbohidrat karena gula darah turun dengan cepat dan perut selalu terasa lapar. Kurang tidur bisa melenyapkan hormon yang mengatur nafsu makan. Akibatnya, keinginan menyantap makanan berlemak dan tinggi karbohidrat akan meningkat. Sehingga menyebabkan Anda menginginkan asupan kalori tinggi. Jika selama 2 malam tidur Anda tidak berkulitas bisa memicu rasa lapar berlebihan. Kondisi ini terjadi karena merangsang hormon ghrelin penambah nafsu makan, dan mengurangi hormon leptin sebagai penekan nafsu makan. Seiring dengan berjalannya waktu, hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan.

    Dalam penelitian yang dilakukan pada orang kembar identik oleh University of Washington menemukan, mereka tidur 7-9 jam setiap malam, rata-rata indeks massa tubuh 24,8, hampir 2 poin lebih rendah daripada rata-rata Body Mass Index (BMI) mereka yang kurang tidur.
  3. Mudah Sakit
    Ini adalah tanda yang paling sering dijumpai. Orang yang kekurangan waktu tidur lebih rentan terkena infeksi. Berbagai penelitian menunjukkan, mereka yang cukup istirahat memiliki sistem imun yang lebih kuat. Tidaklah mengherankan, sakit kronis seperti masalah punggung atau arthritis bisa saja terjadi bila Anda melakukan aktivitas tidur yang buruk. Dalam sebuah studi dari John Hopkins Behavioral Sleep Medicine Program, direktur Michael Smith, PhD, membangunkan orang dewasa muda yang sehat selama 20 menit setiap jam selama 8 jam selama 3 hari berturut-turut. Hasilnya, mereka memiliki toleransi sakit yang lebih rendah, dan mudah mengalami nyeri.
  4. Mudah Menangis
    Jangan buru-buru menyalahkan gejala pramenstruasi sebagai penyebab air mata Anda yang tiba-tiba mudah mengalir karena hal-hal sepele. Tanpa waktu tidur yang cukup, emosi Anda cenderung menjadi tidak stabil. Studi juga menunjukkan, saat kita kurang tidur, kita lebih sering merasa sedih karena otak lebih banyak menyimpan memori negatif ketimbang ingatan yang membahagiakan. Tak heran jika orang yang kurang tidur terlihat seperti orang depresi.
  5. Ceroboh
    Para ahli mengungkapkan, kurang tidur akan membuat kemampuan motorik kita melambat dan kurang gesit. Akibatnya, kita jadi sering gugup, menabrak atau menumpahkan sesuatu. Hal itu disebabkan refleks kita berkurang dan otak kita kurang fokus sehingga kita jadi terlihat seperti orang ceroboh.
  6. Anti Bodi Menjadi Lemah
    Berdasarkan studi JAMA, mereka yang tidur kurang dari 7 jam per malam bisa 3 kali lebih rentan mengalami rasa dingin. Penelitian lain menemukan, pada pria yang kurang tidur akan mengalami kegagalan untuk menjaga respon imun atau kekebalan tubuh secara normal setelah menerima suntikan flu. Mereka yang kurang tidur, antibodi yang bekerja setelah dilakukan vaksinasi hanya bisa bertahan paling lama 10 hari. Kondisi tersebut sangat berbahaya.

    Oleh karena itu, perbaiki kualitas tidur, untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda. Jika terlalu sedikit waktu tidur Anda sistem kekebalan tubuh bisa terganggu.
  7. Rentan Terserang Diabetes
    Gula adalah bahan bakar setiap sel dalam tubuh Anda. Jika proses pengolahannya terganggu bisa menyebabkan efek buruk. Dalam penelitian yang dilakukan Universitas Chicago, AS, yang meneliti sejumlah orang selama 6 hari, mendapatkan kondisi ini bisa mengembangkan resistansi terhadap insulin, yakni hormon yang membantu mengangkut glukosa dari aliran darah ke dalam sel.

    Mereka yang tidur kurang dari 6 jam per malam dalam penelitian 6 hari ini menemukan, terjadi proses metabolisme gula yang tidak semestinya. Akibatnya bisa menyebabkan timbulnya diabetes.
  8. Stress Meningkat
    Studi yang dilakukan Universitas Chicago juga menemukan ‘menutup mata’ kurang dari 7 jam bisa meningkatkan produksi kortisol atau hormon stres. Bahkan pada sore dan malam hari dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah dan glukosa darah sehingga bisa memicu terjadinya hipertensi, penyakit jantung dan diabetes tipe 2.
  9. Memicu Rasa Gelisah
    Rasa gelisah setiap malam pasti akan terus menghantui mereka yang memiliki kualitas tidur buruk. Reaksi tubuh pun bisa menurun. Yang lebih kronis lagi, perasaaan bahagia tidak akan menghampiri hidup mereka yang kurang tidur. “Tidur dan suasana hati diatur oleh zat kimia otak yang sama,” kata Joyce Walsleben, PhD. Hal ini dapat meningkatkan risiko pengembangan depresi, tapi mungkin hanya bagi mereka yang sudah rentan terhadap penyakit.
  10. Tampak Lebih Tua
    Mereka yang kurang tidur biasanya memiliki kulit yang pucat dan wajah lelah. “Lebih buruk lagi, peningkatan kadar kortisol dapat memperlambat produksi kolagen yang memicu terjadinya keriput lebih cepat,” kata Jyotsna Sahni, MD, ahli masalah tidur di Canyon Ranch, Tucson.
  11. Resiko Kanker Lebih Tinggi
    Olahraga membantu mencegah kanker, tetapi terlalu sedikit memejamkan mata dapat merusak efek pelindungnya. Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health studi meneliti hampir 6.000 wanita selama sekitar satu dekade dan menemukan bahwa penggemar olahraga yang tidur 7 jam atau lebih sedikit per malam memiliki kesempatan lebih besar 50% mengidap kanker daripada mereka yang rutin melakukan senam dan memiliki kualitas tidur yang baik.

Sangat membahayakan bagi kalian yang terlalu sering begadang. Lebih baik mengutamakan kualitas tidur anda, daripada berdampak negatif untuk kehidupan anda selanjutnya. Jika ada tugas atau kerjaan yang harus diselesaikan secepatnya, lebih baik tidur dahulu, kemudian bangun pagi-pagi untuk kembali bekerja. Karena otak manusia setelah tidur akan terasa fresh atau segar untuk berpikir dan beraktifitas lagi.

Begadang Menurunkan Sistem Kekebalan Tubuh

Yang sering saya lakukan ketika begadang adalah ketika tugas kuliah menumpuk. Sambil minum kopi, pasti melek sampai pagi. Nah kemudian keesokan harinya, badan merasa kurang enak. Itu disebabkan karen begadang. Ternyata efek samping dari begadang dapat menurunkan sistem imun.

Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh adalah suatu sistem yang diperlukan oleh manusia untuk melawan berbagai berjuta-juta bakteri, microba, racun, virus dan parasit yang menyerang ke tubuh. Ketika manusia itu meninggal dunia, maka sistem imun akan berhenti bekerja. Yang terjadi pada mayat tersebut adalah berjuta-juta microba mendatanginya dan mematikan satu persatu sel-sel yang terdapat tubuh mayat tersebut. Bakteri dan mikroba yang awalnya bertebaran diudara akan terus menyerang hingga tubuh bersisa tulang belulang saja. Jadi kerja sistem imun sangatlah penting.

Lalu apa kaitannya sistem imun dengan begadang?? Sistem imun yang kita miliki akan meningkat lebih pesat disaat kita tidur, misalnya dengan cara membuang racun yang ada ditubuh kita saat tubuh sedang tidak bekerja (tidur). Waktu malam hari adalah saat untuk pembuangan zat- zat tidak berguna / beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi sehingga apabila tidak dimanfaatkan secara baik (dengan tidur yang puas), maka kerja organ-organ dalam melakukan detoxin akan tidak efektif. Hal ini akan diperparah apabila kita mengisi jam-jam tersebut dengan mengkonsumsi makanan.

Secara normal, kantung empedu akan aktif bekerja pukul 11.00 malam sampai pukul 01.00 dinihari untuk melakukan proses detoxin.Sedangkan hati bekerja aktif mulai pukul 1.00 sampai pukul 03.00. Siklus organ yang seperti itu sudah terprogram di tubuh kita secara default oleh jam biologis otak (circadian time clock), dan sangat sulit untuk mengubahnya.
Jadi, sesekali begadang akan mengganggu kerja organ imun dalam membentuk sistem imun yang ada di tubuh kita. Bagaimana jika tidak sesekali melainkan berkali-kali?

Efek begadang pada terhadap orang yang sudah ‘terbiasa’ ternyata justru lebih parah. Terlalu sering begadang hingga terbiasa dengan hidup ‘ngalong’ memungkinkan jam biologis kita berubah. Jam biologis yang kita miliki akan mengalah dengan kebiasaan kita tersebut dan menciptakan siklus tubuh dan organ2 yang baru. Hal tersebut bukanlah hal yang menguntungkan.

Pada siklus tubuh yang normal,kondisi tubuh akan meningkat di pagi hari dan mulai menurun hingga malam hari. Jika siklus tubuh dipaksa berubah oleh kebiasaan begadang, akan terjadi hal sebaliknya. Yaitu sistem kekebalan tubuh akan mencapai puncak pada malam hari dan menurun di pagi hari. Padahal bibit penyakit dan bahan-bahan karsinogenik(bahan-bahan penyebab kanker) bertebaran di udara saat pagi hari akibat perubahan suhu dan angin.

Sebuah riset telah dilangsungkan oleh ahli kanker Steve Richards. Hasilnya menunjukkan korelasi antara kerja malam dan kemungkinan menderita kanker. Orang-orang yang bekerja di malam hari hingga subuh atau pagi hari ternyata memiliki ketidakseimbangan hormon yang akhirnya mempengaruhi sistem kekebalan tubuh khususnya pada perkembangan sel-sel rusak yang seharusnya dapat dihancurkan oleh sel-sel imun.

Bagaimana, masih mau begadang??

13 Agu 2010

Tips dan Trik Menghadapi Polisi Agar Bebas Tilang

Bagi pengendara kendaraan bermotor, hal yang paling menyebalkan selain kemacetan yang berjam-jam di jalan adalah ditangkap polisi. Apalagi para polisi banyak yang suka mengada-ada peraturan.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak dari kita yang memilih jalur 'damai' daripada ditilang dan ke pengadilan. Sebenarnya bukan karena kita cinta 'damai', tetapi ga mau ribet atau ga ada waktu ke pengadilan. Bagi yang tidak mau mengeluarkan duit, bisa dicoba tips-tips anti tilang dibawah ini:


  1. Mengaku Anak Jendral/Aparat Hukum/Polisi/Angkatan TNI
    Trik ni merupakan trik yang paling umum. Saya anak jendral bisa juga di ganti dengan saya saudara Pak xxx dan disertai dengan penyelipan kartu nama pejabat kepolisian. Dalam menjalani trik ini, anda harus bisa memasang tampang sok yakin dan percaya diri, disertai dengan berbicara dengan suara lantang, agak sok, dan yang pasti penuh keyakinan.

    Contoh Skenario:
    Polisi: "Selamat pagi, ibu telah melanggar pasal sekian karena sekian-sekian"
    Anda: "YA SUDAH! YA SUDAH! TILANG SAJA SAYA SEKARANG! AYO CEPAT! TILANG SAJA!"
    Polisi: "Hmmmm....maaf bu, memangnya ibu..siapa ya?"
    Anda: "NGAPAIN TANYA-TANYA SIAPA AKU! KALAU KAU MAU TILANG, YA TILANGLAH SANA!"
    Polisi: "Maaf bu, ibu kenal siapa?"
    Anda: "MEMANGNYA KALAU AKU KENAL SIAPA-SIAPA KENAPA? HAH? MAU KAU TILANG LEBIH BESAR LAGI? HAH?"
    Polisi: "Enggak bu, lain kali hati-hati ya"

    Mengapa trik ini tidak pernah gagal? Sebenarnya trik ini merupakan teknik yang dalam ilmu psikologi disebut dengan reverse psychology, dimana seseorang melakukan persuasi dalam mengarahkan lawan bicara dengan melakukan hal yang justru tidak diinginkan oleh lawan bicara. Menyuruh pak polisi untuk menilang dengan lantang akan memicu reaksi tersendiri dalam diri Pak Polisi, yaitu respon negatif saat menanggapi sebuah persuasi, sehingga bertindak justru kebalikan persuasi yang diberikan (melepaskan dan tidak menilang).

    Teori psikologi ini berasal dari abad kuno Indonesia, dan dalam masyarakat dulu lebih dikenal dengan sebutan gertak sambal yang artinya sebenarnya kita hanya menggertak. Jadi seseorang sebenarnya tidak mempunyai kekuatan atau kekuasaan yang dia miliki tetapi dia hanya membual. Semakin yakin dan percaya tindakan anda, lawan bicara semakin ragu akan kemampuan nya sendiri dan tidak berani mengambil risiko untuk melawan kita.

    Karena seringnya digunakan, diperlukan kehati-hatian dalam melaksanakan trik ini. JANGAN BERBOHONG adalah kunci sukses keberhasilan. Itu termasuk: jangan mengaku saudara jika bukan saudara dan jangan memberi nomor telpon yang tidak bisa dihubungi. Ingat, kegagalan dan gerak-gerik kurang meyakinkan akan menimbulakn kecurigaan dan bisa berbuah tilang yang lebih berat!


  2. Saya Lagi Banyak Masalah Pak... Cepet Tilang Aja...!!!!
    HATI-HATI! TRIK INI MEMBUTUHKAN LATIHAN AKTING! Sebenarnya trik ini lebih cocok untuk orang yang mempunyai kemampuan berakting. Begitu diberhentikan polisi, anda sudah harus mulai penjiwaan. Segera telengkupkan tangan, basahi mata dengan air mata buaya supaya kelihatan habis menangis dan tarik ulur ingus untuk lebih meyakinkan lagi kalau anda menangis. Sepanjang interogasi, usahakan kontak mata sesedikit mungkin dengan Pak Polisi, gerakkan tangan menutup muka seperti sedang depresi akan lebih meyakinkan lagi.

    Contoh Skenario:
    Polisi: "Maaf bu, ibu melanggar pasal sekian karena sekian-sekian"
    Anda: "Aduh, teserah deh, pak, bapak mau nilang saya apa gimana teserah deh,"
    Polisi: "Memangnya ibu kenapa?"
    Anda: "Aduh, ga usah nanya-nanya deh Pak, saya lagi pusing banyak masalah nih!"
    Polisi: "Emang Masalah ibu apa?"
    Anda: "Pokoknya saya lagi pusing banyak masalah! Makanya saya ga lihat tadi tuh lampu merah di depan soalnya pikiran saya kusut! Jadi teserah deh kalau bapak mau nilang saya?" Diucapkan dengan nada frustasi dan diakhiri dengan suara lirih dan nada gantung.
    Polisi: "Duh, ada yang bisa saya bantu kalau lagi ada masalah?"
    Anda: "Ga bisa! Bapak ga bisa bantu saya!" terkesan mau nangis, "Ga ada yang bisa bantu SAAYAA!" menangis histeris.
    Polisi: "Ya uda lha kalau ibu lagi banyak masalah, lain kali hati-hati ya"

    Mengapa tak pernah gagal? Karena orang jahat selalu menang, dan ini adalah teknik yang sangat jahat. Trik ini memanfaatkan sisi baik dari seorang Polisi. Manusia pada dasarnya mempunyai hati nurani yang bisa merasa kasihan terhadap orang lain. Tidak ada manusia yang lahir tanpa empati akan kesusahan manusia lain walapun hanya setitik tetap saja ada rasa ibanya. Apalagi seorang Polisi yang diharapkan menjadi pamong masyarakat.

    Taktik ini memang masih jarang digunakan karena membutuhkan penghayatan yang mendalam dan susah meyakinkan si polisi, salah-salah malah ditilang lebih berat. Ditambah juga orang-orang banyak yang berpikiran bahwa polisi pasti akan lebih memilih duit daripada rasa iba, apalagi polisi jaman sekarang. Sekali dipakai, tentunya para polisi akan selalu terkenang-kenang. Ibaratnya sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya. Bisa-bisa bagian skenario tadi dipotong menjadi:
    "Ahhh!! Udah! Udah! Ga usah pura-pura! Kemarin uda ada yang pake tuh! Ibu-ibu!"


  3. Saya Mahasiswa Hukum Lho Pak... Tahu Aturan-Aturan Hukum
    Walaupun anda bukanlah seorang mahasiswa hukum, tidak perlu ragu-ragu dalam memakai trik ini hanya karena judulnya. Siapa saja bisa memakai trik ini bahkan yang bukan mahasiswa hukum benaran. Cukup kemampuan persuasi dan kegigihan mempertahankan kasus macamnya pengacara artis.

    Contoh Skenario:
    Polisi: "Mbak melanggar pasal sekian karena sekian-sekian"
    Anda: "Aduh, maaf, Pak, soalnya rambu-nya nggak kelihatan, ketutupan pohon tuch lagian saya itu baru pertama kali lewat sini, jadi saya kurang paham sama jalanannya"
    Polisi: "Ya tapi nggak bisa gitu dong, Mbak tetap melanggar dan harus ditilang"
    Anda: "Wah, nggak bisa langsung ditilang gitu, pak! Kan saya sudah bilang tadi alasannya, rambunya tidak kelihatan karena ketutupan pohon, jadi sebenarnya kesalahan bukan di pihak saya. Saya ini mahasiswa hukum lho, pak! Masyarakat sadar hukum! Saya tahu benar pasal-pasal dan penerapannya, bahwa kalau pelanggaran karena rambu yang tidak jelas, tidak bisa dikenakan sanksi!"
    Polisi: "Memang aturannya seperti itu kok, melanggar ya kena sanksi!"
    Anda: "Nahh, itu dia, apalagi saya tadi sudah minta maaf karena pertama kali lewat. Saya ini mahasiswa hukum, Pak, jadi saya tahu aturan persidangan. Saya jelas tidak bersalah karena saya tidak diinformasikan sebelumnya bahwa apa yang saya lakukan itu salah. Rambu tidak jelas. Saya pertama lewat. Siapa yang bisa memberi tahu saya?"
    "Justru ini saya stop dan saya beritahu, Mbak melanggar!"
    Anda: "Benar sekali, terimakasih, Pak, tugas seorang polisi memang untuk membimbing anggota masyarakatnya agar patuh peraturan. Karena itu sekarang saya jadi tahu disini ga boleh belok, dan lain kali tidak melanggar."
    Polisi: "Tapi yang ini tetap ditilang!"
    Anda: "Wah, saya yakin bapakpun sebagai penegak hukum juga belajar hukum seperti saya di fakultas hukum. Pelanggaran kali ini tidak kena tilang, pak, tapi berikutnya jika saya melanggar lagi, saya harus ditilang. "
    Polisi: "Ya sudah ngomong sana di sidang tilang!"

    Anda: "Sekali lagi pak, saya ini sudah hampir lulus dari fakultas hukum, berarti saya menguasai materi hukum! Coba bapak liat klo ga percaya, ini kartu mahasiswa saya, FAKULTAS HUKUM angkatan tahun ini lulus. Menurut yang saya pelajari, tidak semua pelanggaran harus masuk tahap persidangan, jika sudah diberikan alasan yang valid atas pelanggaran. Saya sudah memberikan alasan saya. Saya bahkan tidak menyalahkan aparat yang meletakkan rambu di tempat yang tidak terlihat."
    Polisi: "Ya sudah sana pergi!"

  4. Sok Tau Nama Polisinya
    Ketika ada pemeriksaan/ razia, kencengin aja jalan motor atau mobil Anda, saat melewati salah satu polisi, panggil aja namanya. Kan biasanya polisi itu ada nama pengenal dibajunya. Misal dari jauh terlihat nama Joko, panggil aja, "Halo Pak Joko". Polisi akan merespon sapaan Anda, "Iya...."
Mengapa tak pernah gagal, sekali lagi ada hubungan psikologi manusia dengan trik ini. Secara psikologi, orang tidak suka mendengar suara keras yang memekakkan telinga terus menerus atau omelan orang yang panjang lebar. Nah Polisi itukan juga manusia, yang pasti akan terganggu mendengar rentetan alibi tak henti oleh suara yang tak enak didengar. Dalam pikiran polisi, lebih bagus saya mencari mangsa yang lain daripada menghabiskan waktu dengan yang satu ini.
Trik-trik diatas bukan lah bermaksud untuk menghina lembaga kepolisian. Poisi memang sudah ada perbaikan dan banyak juga diantara kita yang sudah menikmati buah reformasi birokrasi saat mengurus SIM, surat tabrakan dan ditilang. Ramah-cepat-tidak mahal. Trik-trik diatas justru ditulis agar pihak kepolisian dapat menghindari orang-orang yang suka ngemplang tilang.